Sabtu, 02 Juli 2011


PERWAKILAN BADAN PENGAWAS PUSAT VII (BANWASPUS)

Minggu, 08 Mei 2011

BANWASPUS VII YAYASAN AMALLILLAH

Berdasarkan SK Ketua Umum BPP Yayasan Amallillah tertanggal, 21 Maret 2011 dengan nomor SK : KEP.016/PW.BANWASPUS-VII/KU.BPP-YA/III/2011 Bapak AHMAD ROJALI Secara resmi di angkat menjadi Ketua BANWASPUS VII Yayasan Amallillah dari jabatan sebelumnya sebagai Ketua Perwakilan 2 BPP YA, karenanya sesuai dengan kewenangannya, pada tanggal 05 mei 2011 kemaren beliau telah menerima Dana Santunan dan dana Sosial Umum yang nantinya akan segera di Realisasikan ke seluruh kepengurusan yang berada dibawah Koordinasi BANWASPUS VII (Eks PW 2 BPP.)
Oleh karena itu dalam kesempatan ini kami sampaikan kepada teman-teman agar segera melakukan koordinasi konsolidasi Organisasi secepat mungkin, agar hal-hal yang yang perlu di kondisikan bisa secepatnya tersosialisasi.
Demikian yang dapat kami sampaikan agar dapat maklum
Amar


BANTUAN PERAHU YA

BANTUAN PERAHU YAYASAN AMALILLAH MULAI DIOPERASIKAN
[ Kamis, 18 Februari 2010 pukul 15:59 wib. | 332 pembaca | 1.503 byte ]
News Room, Kamis ( 18/02 )
Pemberian bantuan perahu kepada para nelayan di Desa Poteran Kecamatan Talango dari Yayasan Amalillah beberapa waktu lalu, saat ini dari 2 unit yang diserahkan secara simbolis, satu diantanya sudah dioperasikan sehari setelah diberikan.

Tokoh masyarakat setempat, KH. Moh. Ahyar, S.Pd mengatakan, bantuan tersebut mudah-mudahan membawa barokah dan manfaat untuk semua, khususnya masyarakat Desa Poteran. Sedangkan dana sejumlah Rp. 2,250 milyar (berupa cek dan Rp.100.000.000,00 tunai), saat ini masih dilakukan pembelian secara bertahap.

“Disamping sudah mulai melalukan penawaran untuk membeli beberapa perahu sebagian masyarakat nelayan yang memang berhak menerima itu juga minta untuk membuat sendiri.”ujar KH. Moh. Ahyar.

Yang jelas, amanah yang sudah diberikan dan merupakan berkah bagi masyarakat Desa Poteran benar-benar akan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Sebab, jika tidak, khawatir akan tidak memberikan berkah, sebab bantuan tersebut juga merupakan berkah yang sangat besar bagi masyarakat. Dan itu perlu dikawal oleh semua pihak, baik pengurus maupun masyarakat secara luas.

Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Amallillah Pusat (YAP), Raden Alyon Suharis Restu Ningrat menyerahkan bantuan usaha Kelompok Nelayan Makmun YAP Kabupaten Sumenep pada 31 Januari lalu, di Desa Poteran Kecamatan Talango, secara langsung 2 unit perahu dan uang sebesar Rp. 2,250 milyar (berupa cek dan Rp.100.000.000,00 tunai). ( Ren, Esha )

SMS PAK ZULHILMI

Di bawah ini adalah sumbangan Info dari Bapak Zulhelmi, untuk lebih jelasnya langsung anda tanyakan pada yang bersangkutan, dan kami tidak bertanggung jawab atas postingan ini, dan semoga benar adanya. Amin !
Terimakasih !
Ki Joko Permono
prikitiuw66@gmail.com

Informasi terbaru dari DPKP, DPP yang melakukan rapat malam tadi, disepakati :
1. Tanggal, 25 Oktober 2010 akhir dari segala tetek-bengek masalah YAP.
2. Tanggal,  27 Oktober 2010 undangan PT BANK MANDIRI (Tbk)
3. Bulan November 2010, dana operasional turun.
4. Dana makmum turun tahun 2011.

Jika anda mau informasi langsung ke SAYA : HP 0813 268 88888
atau : Pak Zulhelmi (PERWAKILAN DPKP II = 0812 879 97 29 )

SMS IBU RUSMIATI

Diberitahukan kepada seluruh jajaran pengurus Yayasan Amallillah dimanapun berada.

1.      Bahwa pengajuan proposal dana sosial umum sudah selesai proses perbankan.
2.      Dana sudah masuk di rekening bank.
3.      Dimohon tenang menunggu instruksi dari pimpinan masing-masing.
4.      Karena tidak lama lagi akan digelar gebyar untuk mengawali penurunan dana yang telah resmi dari BRA (Bank Rakyat Amallillah) pada tanggal 5 Desember 2010.
5.      Gedung BRA terletak di wilayah Jakarta Selatan, lantai 5.
6.      Semoga yang kita harapkan selama ini terbukti.
7.      Diawal tahun  2011 mulai terealisasi.
8.      Jaga kebersamaan antar pengurus.
9.      Semoga kita bisa mengemban amanah dari Ketua Umum. Amin !

SMS ini dari Ibu Rusmiati
Badrun, Kamis, 16 Desember 2010, pukul 11.18 WIB

Jumat, 01 Juli 2011

SEMBAKO


Senin, 02 Mei 2011

Sekum Yayasan Amallillah Ceramahi Wartawan

Jakarta, (1titik .com) – Sekretaris Yayasan Amallillah, Sony Tarsony, di ruang kerjanya di Kantor Pusat Yayasan Amallillah di Jati Makmur  –  Pondok Gede, menolak memberi keterangan terkait rencana kegiatan Distribusi Sembako, tanggal 5 Mei 2011 mendatang.
Pembagian sembako itu diperuntukkan kepada 78.000.000 jiwa makmum Amallillah yang terdaftar di beberapa  wilayah Kota/ Kabupaten se Indonesia. Per makmum diberi paket sembako senilai Rp 240.000.
Sonny Tarsony enggan menjelaskan panjang lebar rencana kegiatan Yayasan Amallillah yang sangat besar itu. Alasannya, karena belum waktunya untuk diekspos.
Dia berjanji jika mendekati hari H dia akan menghubungi wartawan. “Saya akan undang media masa untuk konferensi Pers,” ujar Sony Tarsony yang juga Dewan Penasehat Majalah Mitra Jawa Barat ini.
Sony lantas memberi ceramah kepada wartawan agar tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik (KEWI). Pasalnya banyak wartawan yang menulis tidak sesuai fakta.
Perlindungan, keamanan, serta kenyamanan  wartawan secara hukum harus diperhatikan oleh Perusahaan Media. Bahkan, perusahaan harus memikirkan kesejahteraan wartawan.
Sonny juga mengkritik wartawan www.1titik.com karena tidak dilengkapi fasilitas kamera, dan tape rekaman. Sonny sempat meminta Press Card untuk diperiksa dan meminta pres card itu diregistrasi ke Dewan Pers.
Tetapi, Sonny yang juga Dewan Redaksi Majalah Mitra Jawa Barat berharap kelak di Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi harus menyediakan ruang tersendiri bagi pers.
Tujuannya untuk memudahkan koordinasi dengan manajemen tentang pelayanan informasi.
Secara terpisah, Akhmad Suyitno – Pembina Pusat Yayasan Amalillah – mengakui pihak Dinas  Sosial Provinsi Jawa Barat Asep Kabit dan Dinas Sosial Kota Bekasi, Ibu Kurniasi telah datang ke kantor Amallillah untuk memberi dukungan terhadap Program Yayasan Amallillah.
“Bahkan, kantor kita sempat dinilai termasuk kategori kelas B,” ujar Akhmad. DEN 
http://www.1titik.com/nasional/sekum-yayasan-amalillah-ceramahi-wartawan.html
Yayasan Amalillah Cab D 5579

Ketua Umum Yayasan Amallilah

Ketua Umum Yayasan Amallilah
RADEN AIYON RESTU ADININGRAT

 

 

 

 

 

 

 

 

Ka Kan PPUK 558

Ka Kan PPUK 558
SUHARNO

Ketua Cabang D 5579

Ketua Cabang D 5579
ICHSAN SLAMET NUGROHO

PW II BPP YA





 

 

JAJARAN PW II BPP

ISMAIL
SUWARTO
R. TRIHARTO MARGONO
DJOHARTINI
RM. AGUS BUDI CAHYONO
MUADZIN
I KETUT KADRA
YULIYANTO
SLAMET RIADI
HASAN BASRI
PRIWAHYUDI M.H.
KARYANI
COLENG BASRAN S LUNJU
DELMI AZWAR
ERWANDI
AHMAD RUSKI NUNYAI
I WAYAN JAGRE
JOKO TRIYANTO
Alamat Sekretariat: Jl. Pahlawan No. 30 RT. 05/06 Kel. Siswodipuran Kab/Kota. Boyolali-Jawa Tengah
PW II BPP Sriyanto HP: 081385211067

SMS KETUM YA

Senin, 13 Juni 2011

SMS dari Ketua Umum

Assalam ! Kepada seluruh jajaran DPP, DPKP PPUK dan jajaran lainya. Mohon ma’af dalam waktu 20 hari mendatang jangan ada pendataan-pendataan yang baru lagi, kalo ada data-data atau surat-surat lainya yang bersifat penting atau yang ada kaitanya dengan persyaratan-persyaratn mohon segera diselesaikan terhitung dari sekarang sampai tanggal, 27 Juni 2011 harus terkordinir dan tersusun rapih sesuai aturan yang ada, mohon untuk diperhatikan, terimakasih. Wassalam ! Penanggung jawab penuh atas nama BPP YAP R. Restu Ningrat.
berikan like anda di halaman itu untuk bisa berbagi info tentang YA.
Memang masuk akal sulitnya pengurus di daerah merekap data hingga larut malam tanpa dana operasional sungguh sangat melelahkan pendataan yang rumit sumber daya manusia yang renta menjadi faktor penghambat segalanya.
Belum lagi proposal yang telah diajukan ke pusat dengan jumlah makmum yang ada, tapi saat perekapan jumlah makmum di data yang telah masuk dan di tuangkan dalam proposal setiap harinya terus bertambah, dengan penambahan tersebut secara otomatis proses pendataan terus terganggu, sanggupkah pengurus menyelesaikan tugas yang sangat berat ini....???
Sementara pekerjaan terganggu oleh teriakan para makmum yang menunggu hasil ! Pekerjaannya tergangu oleh dapur yang tak lagi bisa memasak nasi karena waktu tersita mengurusi data-data yang terus berubah, sementara dana operasional tak pernah di dapat!
Wajarkah bila para makmum memberikan dana santunan demi terlaksanya kelancaran program Yayasan Amallillah yang sedang di nanti-nanti itu !
Banyak yang tak mengerti mengapa semua ini harus tertunda ! Wajar, karena mereka tak pernah tahu betapa rumitnya pelaksanaan program ini sesungguhnya, menyangkut 78.800.000 orang sementara kendali mengandalkan 1 orang sang Ketua Umum.
Heeemmmmm, sulit dan tak mudah dimengerti, namun memang semua itu bukan untuk dimengerti, tapi terus jalani dan perjuangkan semampu kita bisa walau harus tersiksa karena cacian dan hujatan atas ketidak percayaan sebuah janji-janji yang memang sudah di janjikan !
Anonim (Arief Faizal) mengatakan :
Yah mudah-mudahan memang begitu adanya dan bukan dibuat-buat untuk menunda-nunda realisasi yang dari dulu hanya janji-janji melulu, sekarang tinggal buktikan aja.
Adha K 2 (Grace Shifa) mengatakan :
Begitu sulitnya pencairan karena SDM yang ada dalam tubuh YA di daerah-daerah sangat lemah, sementara prosedur pencairan sangat rumit, karena sekala nasional !